Minggu, 06 Mei 2012

Otak atau hati?

Peneliti dari Syracuse University, Profesor Stephanie Ortigue, menemukan ada 12 area pada otak yang bekerja pada saat seseorang jatuh cinta. Kedua belas area itu menghasilkan bahan kimia, seperti dopamine,
oxytocin, adrenalin, dan vasopression, yang berujung pada euforia. Rasa cinta juga memengaruhi fungsi psikologi,metafora, dan penilaian fisik. Jadi, cinta itu berasal dari hatiatau otak? “Pertanyaan yangselalu sulit dijawab. Saya berpendapat asalnya dari otak,”kata Ortigue. “Contohnya, suatuproses di otak kita bisa menstimulasi hati. Beberapa perasaan dalam hati kita sebetulnya merupakan gejala atas proses yang terjadi di otak.”Penelitian lain mendapati peningkatan jumlah darah dalam faktor penumbuh untuk syaraf yang memegang peranan penting dalam cara orang bersosialisasi. Hal ini menghadirkan fenomena yang disebut dengan “cinta pada pandangan pertama”. Hal ini dikonfirmasi oleh temuan Ortigue yang menyebutkan kalau
cinta bisa hadir dalam waktu seperlima detik. Ortigue menjelaskan dengan memahami cara orang jatuh cinta dan putus cinta, para peneliti bisa mengembangkan terapi baru. Kita bisa mengerti penyakit putus cinta,” kata Ortigue. Studi Ortigue juga mendapati ada bagian otak yang berbeda untuk tipe cinta yang berbeda. Cinta
tanpa syarat, contohnya cinta seorang ibu pada anaknya,dipicu oleh aktivitas otak dibagian umum dan pada tempat yang berbeda-beda, termasuk otak tengah. Cinta yang bergairah antara kekasih melibatkan area kognitif, bagian yang mengharapkan imbalan,dan penilaian fisik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar